Cara Menghitung Volume Jalan Burda

Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan burda, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Burda
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Sktesa gambar dan contoh perhitungan volume bisa Anda bisa melihat pada gambar di tas.

Cara Menghitung Volume Jalan Burtu

Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan burtu, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Burtu
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Untuk sketsa jalan dan cara perhitungan, Anda bisa melihat gambar di atas.

Teknik Pengerjaan Plesteran Dan Lapisan Pada Plesteran

Sebelum mengerjakan plesteran, ada beberapa teknik pengerjaan yang perlu di perhatikan, antara lain:
  • Bersihkan permukaan dinding yang akan di plester
  • Basahi pasangan bata/dinding bila kondisi pasangan bata dalam keadaan kering dan di tambah jika daya serap air pada bata tinggi
  • Teknik pelaksanaan plesteran di buat tiga lapisan
Yang dimaksud dengan tiga lapisan pada plesteran adalah:

1. Lapisan I: Lapisan kamprot, tebal antar 2-5 mm, campuran 1 seen : 3 pasir, fungsinya adalah:
  • Untuk menguangi penyerapan air oleh pasangan bata dan menahan air masuk ke dalam pasangan
  • Memberikan ikatan yang kuat antara pasangan bata dengan plesteran lapisan II.
2. Lapisan II: Lapisan Plester/ perata, tebal 8-12 mm, campuran sesuai dengan ketentuan/ permintaan, fungsinya adalah untul meratakan dan menegakkan pasangan tembok.

3. Lapisan III: Lapisan Aci, tebal antara 1-3 mm, bahan dari semen, berfungsi untuk memperhalus permukaan dan menahan pengaruh cuaca.

Penyebab Retak-Retak Pada Plesteran Dinding

Pada postingan sebelumnya, saya sedikit mengulas tentang pengertian, fungsi dan syarat-syarat plesteran dinding, sekarang saya ingin mengulas sedikit tentang permasalahan yang terkait dengan plesteran dinding. Permasalahan yang sering di hadapi adalah adanya retak-retak pada plesteran, baik itu retak rambut, retak yang lebih panjang dan lebar dari retak rambut, maupun retak struktur.

Faktor penyebab terjadinya retak-retak pada plesteran dinding antara lain adalah:
  • Teknik pengerjaan yang kurang baik
  • Campuran adukan tidak homogen atau tidak merata
  • Mortar atau adukan terlalu plastis (encer) dan terlalu banyak bahan halus (pasir terlalu halus dan banyak mengandung lumpur, kadar semen terlalu banyak)
  • Adanya perbedaan penyerapan batu bata terhadap air dalam adukan
  • Pengeringan yang terlalu cepat
  • Kualitas air yang kotor dan mengandung bahan kimia bisa menyebabkan dinding atau batu bata gampang retak
  • Adanya perbedaan ketebalan plesteran yang cukup besar sehingga besarnya penyusutan tidak sama
Faktor-faktor di atas bisa di katakan adalah faktor secara teknis, tentunya faktor non teknis juga bisa berpengaruh terhadap terjadinya retakan pada plesteran, kondisi alam misalnya.

Pengertian, Fungsi Dan Syarat-Syarat Plesteran Dinding

Plesteran, mungkin kita sudah sering mendengar istilah tersebut, bahkan mungkin saja sudah paham betul tentang fungsi dan cara pengerjaannya. Plesteran dalam dunia bangunan memang identik dengan dinding atau tembok, namun, banyak pekerjaan yang lain yang juga menggunakan pekerjaan plesteran, misalkan saja saluran air, talud, dll.

Lalu, apa sih sebenarnya plesteran itu?, plesteran adalah suatu lapisan yang biasa di pakai sebagai lapisan penutup pasangan. Jika kita kerucutkan ke pengertian plesteran dinding, maka plesteran merupakan lapisan yang di gunakan untuk penutup pasangan dinding/tembok.

Fungsi dari plesteran tembok/dinding antara lain:
  • Sebagai pelindung tembok/dinding dari pengaruh cuaca
  • Menambah kekokohan atau kekuatan dinding/tembok
  • Meratakan permukaan dinding/tembok
Itu beberapa fungsi atau manfaat dari plesteran dinding/tembok, masih ada manfaat lainnya, tapi tiga poin di atas merupakan fungsi yang bisa di bilang sebagai fungsi pokok. Untuk pasangan plesteran tembok/dinding, ada beberapa syarat, diantaranya adalah:
  • Permukaan harus rata dan tegak
  • Ketebalan plesteran antara 11 mm - 16 mm
  • Tidak ada retak-retak pada plesteran
Dengan mengetahui serba serbi seputar plesteran seperti diatas, harapannya dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dapat menghasilkan plesteran yang bagus. Karena sangat sering ditemukan ketika seorang tukang tidak tahu teorinya hanya berdasarkan kebiasaan sehingga dalam pengerjaan plesteran asal-asalan. Hal yang paling mudah ditemukan adalah kurangnya siraman pada permukaan dinding sebelum di plester sehingga berakibat pada retak-retak bahkan plesteran yang kurang melekat.

Cara Menghitung Volume Jalan Paving Dengan Kansteen Bata

Bagi Anda yang ingin mengetahui cara menghitung volume jalan paving dengan kasnteen bata, berikut contoh perhitungannya:

Misal:
Lebar jalan = 2,5 m, list bata (kansteen) dua sisi, ketebalan urugan 5 cm
Kebutuhan untuk 1 m' adalah sebagai berikut:

Pasir urug
= 0,05 m x 2,5 m x 1 m = 0,125 m3

Paving block
= 2,5 m x 1 m = 2,5 m2

List bata
= (1 m x 0,15 m x 0,2 m) x 2 = 0,06 m3

Anda bisa melihat sketsa dan contoh perhitungannya pada gambar di atas.

Cara Menghitung Volume Jalan Mac Adam

Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan sirtu, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Sirtu
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Anda bisa melihat gambar dan cara perhitungannya pada gambar di atas

Cara Mengitung Volume Jalan Sirtu

Cara untuk menghitung volume jalan sirtu sebenarnya cukup mudah, karena hanya menghitung kebutuhan sirtu (pasir batu) saja. Seperti terlihat pada gambar di atas, cara untuk menghitung volumenya adalah:

Volume per 1 m', sirtu dengan ketebalan 10 cm, lebar jalan 3 meter
=0,1x3x1
=0,3 m3

Jadi, kebutuhan bahan untuk urugan siru/m' dengan lebar jalan 3 meter adalah 0,3 m3. Misalkan saja lebarnya berbeda dan tebal urugan juga berbeda, kita tinggal mengalikan dengan rumus yang sama.

Contoh Gambar Denah Rumah Dua Lantai

Bagi Anda yang sedang mencari referensi gambar denah rumah untuk dua lantai, berikut ada contoh gambar yang saya dapat dari internet:
Lantai 2
Lantai1

Notes:
  • Gambar ini saya dapat dari internet, mohon maaf kalau tidak menyebutkan sumber maupun yang mendesain/gambar denah ini secara detail. 
  • Anda bisa melihat contoh denah rumah satu lantai, di sini.

Contoh Gambar Denah Rumah Satu Lantai

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari referensi gambar denah rumah, berikut ini gambar denah rumah hasil desain dari hasilkebun.com yang mungkin saja bisa bermanfaat.Untuk memperbesar gambar, Anda tinggal klik pada gambar, untuk menyimpan atau download gambar ini, Anda tinggal klik kanan kemudian save as.

Bahan Bangunan Yang Umum Di Gunakan

Untuk mengerjakan sebuah bangunan, di perlukan bahan-bahan yang terdiri dari berbagai jenis, baik itu dari alam maupun yang sudah melalui pegolahan di pabrik. Bhan bangunan yang umum di gunakan di antaranya adalah:
  • Pasir: terdiri dari pasir pasang, pasir urug, dan pasir beton.
  • Batu: biasa di gunakan untuk pemasangan pondasi, konstruksi jalan, campuran beton (batu split), dll.
  • Batu bata: biasa di gunakan untuk membuat pasangan dinding, rollag, pagar, dll.
  • Kayu: biasa di gunakan untuk membuat kosen, rangka atap, tiang, rangka plafon, dll.
  • Besi: biasa di gunakan untuk membuat tulangan beton.
  • Baja: biasa di gunakan untuk membuat rangka atap.
  • Semen: untuk konstruksi umum, seperti pekerjaan beton, pasangan bata, selokan, dll.
  • dll.

Analisa RAB Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm

Bagi Anda yang ingin memasang lantai keramik, mungkin Anda ingin mengetahui berapa biaya yang di butuhkan, berikut analisa RAB SNI 2010 yang bisa Anda gunakan untuk menghitungnya:

1 M2 Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm

Koefisien SatuanBahan & TenagaHarga SatuanJumlah
1,1870 m2Ubin Keramik 30 x 30 cm48.750,0057.866,25
10,0000 KgPortland Semen1.312,5013.125,00
0,0450 m3Pasir Pasang125.000,005.625,00
1,5000 KgSemen Warna11.250,0016.875,00
0,6200 OHPekerja30.000,0018.600,00
0,3500 OHTukang Batu42.500,0014.875,00
0,0350 OHKepala Tukang45.000,001.575,00
0,0300 OHMandor40.000,001.200,00
Total129.741,25
Dari contoh di atas untuk menghitung harga 1 m2 pasangan lantai keramik dengan ukuran 30 x 30 cm, dengan harga bahan dan upah hanya sebuah asumsi. Anda bisa menghitung harga satuan/m2 secara riil dengan menggunakan harga bahan dan upah di wilayah Anda. Mudahnya, setelah Anda hitung kebutuhan total, tinggal di kalikan dengan harga satuan per meter persegi.

Misal: 
Volume kebutuhan total 10 m2.
Perhitungan kebutuhan biaya= 10 x 129.741,25 = 1.297.412,50

Bila untuk pekerjaan pribadi atau swakelola, untuk menghemat biaya mungkin untuk kebutuhan kepala tukang dan mandor bisa di hilangkan. Demikian contoh perhitungan pasang lantai keramik 30 x 30 cm dengan analisa RAB SNI 2010, semoga bermanfaat.

Video Tutorial Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Bagi Anda yang saat ini sedang mencari video tutorial menghitung rencana anggaran biaya (RAB), berikut ini video tutorial singkat mengenai cara menghitung rencana anggaran biaya (RAB) dari Argajogja yang saya ambil dari youtube:


Dengan melihat video tersebut, kita bisa membayangkan mengenai langkah-langkah dalam perhitungan RAB. Memang tak sejelas melihat tutorial secara tertulis, ini menurut saya, oleh karenanya perlu kita perkaya wawasan dengan mencari contoh tutorial untuk menghitung RAB dalam bentuk tulisan. Untuk saat ini banyak yang menyediakan tutorial semacam ini, baik dalam bentuk buku maupun ebook. Anda bisa mencarinya lewat internet atau bisa membeli buku tutorial yang lebih lengkap.

Oh, iya. Video diatas hanyalah salah satu contoh saja. Anda juga bisa mencari video tutorial lainnya juga di internet, karena saat ini sudah banyak video yang di upload, utamanya Anda bisa mencarinya di youtube.com.

Analisa SNI Untuk 1M3 Pasang Pondasi Batu Kali 1 Pc : 3 Ps


Berikut ini adalah analisa SNI 2010 untuk 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 pc : 3 ps
Koefisien SatuanBahan & Upah
1,200 m3Batu Belah 15/20
202,000 KgPortland Sement
0,485 m3Pasir Pasang
1,500 OHPekerja
0,600 OHTukang Batu
0,060 OHKepala Tukang
0,075 OHMandor
Untuk menghitung kebutuhan bahan dan juga tenaga/upah, tinggal kita kalikan dengan volume dan harga satuan. Contoh:

Koefisien SatuanBahan & UpahHarga satuanJumlah
1,200 m3Batu Belah 15/2093.750,00112.500,00
202,000 KgPortland Sement1.312,50265.125,00
0,485 m3Pasir Pasang125.000,0060.625,00
1,500 OHPekerja30.000,0045.000,00
0,600 OHTukang Batu42.500,0025.500,00
0,060 OHKepala Tukang45.000,002.700,00
0,075 OHMandor40.000,003.000,00
Total514.450,00
Contoh di atas adalah perhitungan 1 m3 pasangan batu kali, bila volumenya lebih, tinggal kita kalikan saja volume dengan koefisien, dengan cara yang sama seperti di atas. Atau, biar mudah kita gunakan saja perhitungan 1 m3, nanti tinggal kita kalikan harga satuan/m3 dengan volume yang ada. Semoga bermanfaat.

Contoh Perhitungan Volume Dan RAB Jalan Paving

Contoh Perhitungan Volume Dan RAB Jalan Paving
Jalan paving, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena di banyak tempat sudah banyak yang menggunakan konstruksi jalan paving. Sebenarnya bukan hanya untuk konstruksi jalan, namununtuk halaman, taman, dan tempat-tempat lainnya sudah banyak yang menggunakan paving sebagai bahan utamanya.

Untuk menghitung kebutuhan paving, ada beberapa langkah yang tidak terlalu sulit, kita contohkan untuk pekerjaan jalan. Misalkan saja kita akan membangun jalan dengan panjang 200 meter, lebar total 1,3 meter, konstruksi kansteen/jepit menggunakan bahan batu bata. Maka, perhitungannya adalah 1,5 meter untuk paving, dan yang 0,3 meter untuk kansteen kiri kanan.

Berikut perhitungannya:

NoJenis PekerjaanSketsa dan PerhitunganVolumeSatuan
APaving Block ( t = 6 Cm ), urugan 5 cm200x1 200,00 m2
BList Batu bata 1 : 4200x0,2x280,00 m2
CPlesteran List bata 1 : 4200x0,2x280,00 m2
EGalian Tanah Kansteen 2x(0,15x0,2x200)12,00 m3

Setelah di ketahui volume, langkah selanjutnya adalah memasukkan hasil perhitungan tersebut ke dalam analisa, disini kita gunakan analisa SNI 2010, dengan asumsi harganya sebagai berikut:

NoJenis PekerjaanKoefisienSatuanHarga SatuanVolume TotalBiaya Total
123456 = 3 x Volume Pekerjaan7
APaving Block ( t = 6 Cm ) K-175m2200,00
Bahan
Paving blok Holand 6 cm K : 1751,0100 m248.000,00 202,00 9.696.000
Pasir pasang0,1000 m3125.000,00 20,00 2.500.000
Upah
Pekerja0,2000 Org30.000 40,00 1.200.000
Tukang batu0,3000 Org42.500 60,00 2.550.000
Kepala tukang batu0,0300 Org45.000 6,00 270.000
Mandor 0,0250 Org40.000 5,00 200.000
Peralatan 0,0500 lot13.750 10,00 137.500
J u m l a h A16.553.500
BList Batu bata 1 : 4m280,00
Bahan
Bata merah70,0000 Bh650,00 5.600,00 3.640.000
P C (50 kg)11,5000 Kg1.312,50 920,00 1.207.500
Pasir pasang0,0430 M3125.000,00 3,44 430.000
Upah
Pekerja0,3200 Org30.000 25,60 768.000
Tukang batu0,1000 Org42.500 8,00 340.000
Kepala tukang batu0,0100 Org45.000 0,80 36.000
Mandor0,0150 Org40.000 1,20 48.000
J u m l a h B6.469.500
CPlesteran List bata 1 : 4m280,00
Bahan
P C (50 kg)6,240 Kg1.312,50 499,20 655.200
Pasir0,024 m3125.000,00 1,92 240.000
Upah
Pekerja0,200 Org30.000,00 16,00 480.000
Tukang batu 0,150 Org42.500,00 12,00 510.000
Kepala Tukang0,015 Org45.000,00 1,20 54.000
Mandor0,010 Org40.000,00 0,80 32.000
J u m l a h C1.971.200
DGalian Tanah Kansteen M312,00
Upah
Pekerja0,400 Org30.000 4,80 144.000
Mandor0,040 Org40.000 0,48 19.200
J u m l a h D163.200
Total25.157.400

Dari hasil perhitungan di atas, bisa kita peroleh nominal biaya yang di butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan jalan paving tersebut. Anda bisa merubah harga dan upah yang ada pada contoh dengan harga serta upah yang berlaku di wilayah Anda, sehingga di peroleh harga riil di lapangan. Untuk menghemat biaya, bila Anda mengerjakan secara swakelola atau pekerjaan pribadi, Anda bisa menghilangkan kebutuhan mandor serta kepala tukang.