Cara Menghitung Volume Jalan Burda

Posted by Padang Cahaya On Monday, July 16, 2012 0 comments
Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan burda, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Burda
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Sktesa gambar dan contoh perhitungan volume bisa Anda bisa melihat pada gambar di tas.
READ MORE

Cara Menghitung Volume Jalan Burtu

Posted by Padang Cahaya On 0 comments
Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan burtu, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Burtu
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Untuk sketsa jalan dan cara perhitungan, Anda bisa melihat gambar di atas.
READ MORE

Teknik Pengerjaan Plesteran Dan Lapisan Pada Plesteran

Posted by Padang Cahaya On Thursday, July 12, 2012 0 comments
Sebelum mengerjakan plesteran, ada beberapa teknik pengerjaan yang perlu di perhatikan, antara lain:
  • Bersihkan permukaan dinding yang akan di plester
  • Basahi pasangan bata/dinding bila kondisi pasangan bata dalam keadaan kering dan di tambah jika daya serap air pada bata tinggi
  • Teknik pelaksanaan plesteran di buat tiga lapisan
Yang dimaksud dengan tiga lapisan pada plesteran adalah:

1. Lapisan I: Lapisan kamprot, tebal antar 2-5 mm, campuran 1 seen : 3 pasir, fungsinya adalah:
  • Untuk menguangi penyerapan air oleh pasangan bata dan menahan air masuk ke dalam pasangan
  • Memberikan ikatan yang kuat antara pasangan bata dengan plesteran lapisan II.
2. Lapisan II: Lapisan Plester/ perata, tebal 8-12 mm, campuran sesuai dengan ketentuan/ permintaan, fungsinya adalah untul meratakan dan menegakkan pasangan tembok.

3. Lapisan III: Lapisan Aci, tebal antara 1-3 mm, bahan dari semen, berfungsi untuk memperhalus permukaan dan menahan pengaruh cuaca.
READ MORE

Penyebab Retak-Retak Pada Plesteran Dinding

Posted by Padang Cahaya On 0 comments
Pada postingan sebelumnya, saya sedikit mengulas tentang pengertian, fungsi dan syarat-syarat plesteran dinding, sekarang saya ingin mengulas sedikit tentang permasalahan yang terkait dengan plesteran dinding. Permasalahan yang sering di hadapi adalah adanya retak-retak pada plesteran, baik itu retak rambut, retak yang lebih panjang dan lebar dari retak rambut, maupun retak struktur.

Faktor penyebab terjadinya retak-retak pada plesteran dinding antara lain adalah:
  • Teknik pengerjaan yang kurang baik
  • Campuran adukan tidak homogen atau tidak merata
  • Mortar atau adukan terlalu plastis (encer) dan terlalu banyak bahan halus (pasir terlalu halus dan banyak mengandung lumpur, kadar semen terlalu banyak)
  • Adanya perbedaan penyerapan batu bata terhadap air dalam adukan
  • Pengeringan yang terlalu cepat
  • Kualitas air yang kotor dan mengandung bahan kimia bisa menyebabkan dinding atau batu bata gampang retak
  • Adanya perbedaan ketebalan plesteran yang cukup besar sehingga besarnya penyusutan tidak sama
Faktor-faktor di atas bisa di katakan adalah faktor secara teknis, tentunya faktor non teknis juga bisa berpengaruh terhadap terjadinya retakan pada plesteran, kondisi alam misalnya.
READ MORE

Pengertian, Fungsi Dan Syarat-Syarat Plesteran Dinding

Posted by Padang Cahaya On 0 comments
Plesteran, mungkin kita sudah sering mendengar istilah tersebut, bahkan mungkin saja sudah paham betul tentang fungsi dan cara pengerjaannya. Plesteran dalam dunia bangunan memang identik dengan dinding atau tembok, namun, banyak pekerjaan yang lain yang juga menggunakan pekerjaan plesteran, misalkan saja saluran air, talud, dll.

Lalu, apa sih sebenarnya plesteran itu?, plesteran adalah suatu lapisan yang biasa di pakai sebagai lapisan penutup pasangan. Jika kita kerucutkan ke pengertian plesteran dinding, maka plesteran merupakan lapisan yang di gunakan untuk penutup pasangan dinding/tembok.

Fungsi dari plesteran tembok/dinding antara lain:
  • Sebagai pelindung tembok/dinding dari pengaruh cuaca
  • Menambah kekokohan atau kekuatan dinding/tembok
  • Meratakan permukaan dinding/tembok
Itu beberapa fungsi atau manfaat dari plesteran dinding/tembok, masih ada manfaat lainnya, tapi tiga poin di atas merupakan fungsi yang bisa di bilang sebagai fungsi pokok. Untuk pasangan plesteran tembok/dinding, ada beberapa syarat, diantaranya adalah:
  • Permukaan harus rata dan tegak
  • Ketebalan plesteran antara 11 mm - 16 mm
  • Tidak ada retak-retak pada plesteran
READ MORE

Cara Menghitung Volume Jalan Paving Dengan Kansteen Bata

Posted by Padang Cahaya On Tuesday, July 10, 2012 0 comments
Bagi Anda yang ingin mengetahui cara menghitung volume jalan paving dengan kasnteen bata, berikut contoh perhitungannya:

Misal:
Lebar jalan = 2,5 m, list bata (kansteen) dua sisi, ketebalan urugan 5 cm
Kebutuhan untuk 1 m' adalah sebagai berikut:

Pasir urug
= 0,05 m x 2,5 m x 1 m = 0,125 m3

Paving block
= 2,5 m x 1 m = 2,5 m2

List bata
= (1 m x 0,15 m x 0,2 m) x 2 = 0,06 m3

Anda bisa melihat sketsa dan contoh perhitungannya pada gambar di atas.
READ MORE

Cara Menghitung Volume Jalan Mac Adam

Posted by Padang Cahaya On Monday, July 9, 2012 0 comments
Bagi Anda yang ingin menghitung volume jalan sirtu, berikut cara untuk menghitung volumenya:

Volume per M' dengan asumsi lebar jalan 3 meter.

Sirtu
=3 m x 1 m = 3 m2
Telford 10/15
=3 m x 1 m = 3 m2
Urugan sirtu bahu
((0,15 + 0,10)/2) x 2 m x 1 m' = 0,25 m3

Anda bisa melihat gambar dan cara perhitungannya pada gambar di atas
READ MORE

Cara Mengitung Volume Jalan Sirtu

Posted by Padang Cahaya On Saturday, July 7, 2012 0 comments
Cara untuk menghitung volume jalan sirtu sebenarnya cukup mudah, karena hanya menghitung kebutuhan sirtu (pasir batu) saja. Seperti terlihat pada gambar di atas, cara untuk menghitung volumenya adalah:

Volume per 1 m', sirtu dengan ketebalan 10 cm, lebar jalan 3 meter
=0,1x3x1
=0,3 m3

Jadi, kebutuhan bahan untuk urugan siru/m' dengan lebar jalan 3 meter adalah 0,3 m3. Misalkan saja lebarnya berbeda dan tebal urugan juga berbeda, kita tinggal mengalikan dengan rumus yang sama.
READ MORE

Contoh Gambar Denah Rumah Dua Lantai

Posted by Padang Cahaya On Friday, July 6, 2012 0 comments
Bagi Anda yang sedang mencari referensi gambar denah rumah untuk dua lantai, berikut ada contoh gambar yang saya dapat dari internet:
Lantai 2
Lantai1

Notes:
  • Gambar ini saya dapat dari internet, mohon maaf kalau tidak menyebutkan sumber maupun yang mendesain/gambar denah ini secara detail. 
  • Anda bisa melihat contoh denah rumah satu lantai, di sini.
READ MORE

Contoh Gambar Denah Rumah Satu Lantai

Posted by Padang Cahaya On 1 comments
Bagi Anda yang saat ini sedang mencari referensi gambar denah rumah, berikut ini gambar denah rumah hasil desain dari hasilkebun.com yang mungkin saja bisa bermanfaat.Untuk memperbesar gambar, Anda tinggal klik pada gambar, untuk menyimpan atau download gambar ini, Anda tinggal klik kanan kemudian save as.
READ MORE

Bahan Bangunan Yang Umum Di Gunakan

Posted by Padang Cahaya On Thursday, July 5, 2012 0 comments
Untuk mengerjakan sebuah bangunan, di perlukan bahan-bahan yang terdiri dari berbagai jenis, baik itu dari alam maupun yang sudah melalui pegolahan di pabrik. Bhan bangunan yang umum di gunakan di antaranya adalah:
  • Pasir: terdiri dari pasir pasang, pasir urug, dan pasir beton.
  • Batu: biasa di gunakan untuk pemasangan pondasi, konstruksi jalan, campuran beton (batu split), dll.
  • Batu bata: biasa di gunakan untuk membuat pasangan dinding, rollag, pagar, dll.
  • Kayu: biasa di gunakan untuk membuat kosen, rangka atap, tiang, rangka plafon, dll.
  • Besi: biasa di gunakan untuk membuat tulangan beton.
  • Baja: biasa di gunakan untuk membuat rangka atap.
  • Semen: untuk konstruksi umum, seperti pekerjaan beton, pasangan bata, selokan, dll.
  • dll.
READ MORE

Analisa RAB Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm

Posted by Padang Cahaya On Wednesday, July 4, 2012 1 comments
Bagi Anda yang ingin memasang lantai keramik, mungkin Anda ingin mengetahui berapa biaya yang di butuhkan, berikut analisa RAB SNI 2010 yang bisa Anda gunakan untuk menghitungnya:

1 M2 Pasang Lantai Keramik 30 x 30 cm

Koefisien SatuanBahan & TenagaHarga SatuanJumlah
1,1870 m2Ubin Keramik 30 x 30 cm48.750,0057.866,25
10,0000 KgPortland Semen1.312,5013.125,00
0,0450 m3Pasir Pasang125.000,005.625,00
1,5000 KgSemen Warna11.250,0016.875,00
0,6200 OHPekerja30.000,0018.600,00
0,3500 OHTukang Batu42.500,0014.875,00
0,0350 OHKepala Tukang45.000,001.575,00
0,0300 OHMandor40.000,001.200,00
Total129.741,25
Dari contoh di atas untuk menghitung harga 1 m2 pasangan lantai keramik dengan ukuran 30 x 30 cm, dengan harga bahan dan upah hanya sebuah asumsi. Anda bisa menghitung harga satuan/m2 secara riil dengan menggunakan harga bahan dan upah di wilayah Anda. Mudahnya, setelah Anda hitung kebutuhan total, tinggal di kalikan dengan harga satuan per meter persegi.

Misal: 
Volume kebutuhan total 10 m2.
Perhitungan kebutuhan biaya= 10 x 129.741,25 = 1.297.412,50

Bila untuk pekerjaan pribadi atau swakelola, untuk menghemat biaya mungkin untuk kebutuhan kepala tukang dan mandor bisa di hilangkan. Demikian contoh perhitungan pasang lantai keramik 30 x 30 cm dengan analisa RAB SNI 2010, semoga bermanfaat.
READ MORE

Video Tutorial Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB)

Posted by Padang Cahaya On 0 comments
Berikut ini video tutorial singkat mengenai cara menghitung rencana anggaran biaya (RAB) dari Argajogja yang saya ambil dari youtube:

READ MORE

Analisa SNI Untuk 1M3 Pasang Pondasi Batu Kali 1 Pc : 3 Ps

Posted by Padang Cahaya On Tuesday, July 3, 2012 3 comments

Berikut ini adalah analisa SNI 2010 untuk 1 m3 pasang pondasi batu kali 1 pc : 3 ps
Koefisien SatuanBahan & Upah
1,200 m3Batu Belah 15/20
202,000 KgPortland Sement
0,485 m3Pasir Pasang
1,500 OHPekerja
0,600 OHTukang Batu
0,060 OHKepala Tukang
0,075 OHMandor
Untuk menghitung kebutuhan bahan dan juga tenaga/upah, tinggal kita kalikan dengan volume dan harga satuan. Contoh:

Koefisien SatuanBahan & UpahHarga satuanJumlah
1,200 m3Batu Belah 15/2093.750,00112.500,00
202,000 KgPortland Sement1.312,50265.125,00
0,485 m3Pasir Pasang125.000,0060.625,00
1,500 OHPekerja30.000,0045.000,00
0,600 OHTukang Batu42.500,0025.500,00
0,060 OHKepala Tukang45.000,002.700,00
0,075 OHMandor40.000,003.000,00
Total514.450,00
Contoh di atas adalah perhitungan 1 m3 pasangan batu kali, bila volumenya lebih, tinggal kita kalikan saja volume dengan koefisien, dengan cara yang sama seperti di atas. Atau, biar mudah kita gunakan saja perhitungan 1 m3, nanti tinggal kita kalikan harga satuan/m3 dengan volume yang ada. Semoga bermanfaat.
READ MORE

Contoh Perhitungan Volume Dan RAB Jalan Paving

Posted by Padang Cahaya On 1 comments
Contoh Perhitungan Volume Dan RAB Jalan Paving
Jalan paving, mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, karena di banyak tempat sudah banyak yang menggunakan konstruksi jalan paving. Sebenarnya bukan hanya untuk konstruksi jalan, namununtuk halaman, taman, dan tempat-tempat lainnya sudah banyak yang menggunakan paving sebagai bahan utamanya.

Untuk menghitung kebutuhan paving, ada beberapa langkah yang tidak terlalu sulit, kita contohkan untuk pekerjaan jalan. Misalkan saja kita akan membangun jalan dengan panjang 200 meter, lebar total 1,3 meter, konstruksi kansteen/jepit menggunakan bahan batu bata. Maka, perhitungannya adalah 1,5 meter untuk paving, dan yang 0,3 meter untuk kansteen kiri kanan.

Berikut perhitungannya:

NoJenis PekerjaanSketsa dan PerhitunganVolumeSatuan
APaving Block ( t = 6 Cm ), urugan 5 cm200x1 200,00 m2
BList Batu bata 1 : 4200x0,2x280,00 m2
CPlesteran List bata 1 : 4200x0,2x280,00 m2
EGalian Tanah Kansteen 2x(0,15x0,2x200)12,00 m3

Setelah di ketahui volume, langkah selanjutnya adalah memasukkan hasil perhitungan tersebut ke dalam analisa, disini kita gunakan analisa SNI 2010, dengan asumsi harganya sebagai berikut:

NoJenis PekerjaanKoefisienSatuanHarga SatuanVolume TotalBiaya Total
123456 = 3 x Volume Pekerjaan7
APaving Block ( t = 6 Cm ) K-175m2200,00
Bahan
Paving blok Holand 6 cm K : 1751,0100 m248.000,00 202,00 9.696.000
Pasir pasang0,1000 m3125.000,00 20,00 2.500.000
Upah
Pekerja0,2000 Org30.000 40,00 1.200.000
Tukang batu0,3000 Org42.500 60,00 2.550.000
Kepala tukang batu0,0300 Org45.000 6,00 270.000
Mandor 0,0250 Org40.000 5,00 200.000
Peralatan 0,0500 lot13.750 10,00 137.500
J u m l a h A16.553.500
BList Batu bata 1 : 4m280,00
Bahan
Bata merah70,0000 Bh650,00 5.600,00 3.640.000
P C (50 kg)11,5000 Kg1.312,50 920,00 1.207.500
Pasir pasang0,0430 M3125.000,00 3,44 430.000
Upah
Pekerja0,3200 Org30.000 25,60 768.000
Tukang batu0,1000 Org42.500 8,00 340.000
Kepala tukang batu0,0100 Org45.000 0,80 36.000
Mandor0,0150 Org40.000 1,20 48.000
J u m l a h B6.469.500
CPlesteran List bata 1 : 4m280,00
Bahan
P C (50 kg)6,240 Kg1.312,50 499,20 655.200
Pasir0,024 m3125.000,00 1,92 240.000
Upah
Pekerja0,200 Org30.000,00 16,00 480.000
Tukang batu 0,150 Org42.500,00 12,00 510.000
Kepala Tukang0,015 Org45.000,00 1,20 54.000
Mandor0,010 Org40.000,00 0,80 32.000
J u m l a h C1.971.200
DGalian Tanah Kansteen M312,00
Upah
Pekerja0,400 Org30.000 4,80 144.000
Mandor0,040 Org40.000 0,48 19.200
J u m l a h D163.200
Total25.157.400

Dari hasil perhitungan di atas, bisa kita peroleh nominal biaya yang di butuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan jalan paving tersebut. Anda bisa merubah harga dan upah yang ada pada contoh dengan harga serta upah yang berlaku di wilayah Anda, sehingga di peroleh harga riil di lapangan. Untuk menghemat biaya, bila Anda mengerjakan secara swakelola atau pekerjaan pribadi, Anda bisa menghilangkan kebutuhan mandor serta kepala tukang.
READ MORE