Fungsi, Syarat, dan Pertimbangan Pemasangan Pintu dan Jendela

Setiap bangunan, khususnya rumah tinggal, pasti terdapat pintu dan jendela sebagai bagian wajib yang harus ada. Ada sebagian orang yang dalam memilih dan memasang pintu dan jendela mempertimbangkan banyak factor, tapi tak sedikit pula yang hanya asal memilih dan memasang, padahal ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan dalam pemasangan pintu dan jendela.
Fungsi, Syarat, dan Pertimbangan Dalam Pemasangan Pintu dan Jendela
Pemasangan Pintu dan Jendela
Fungsi Pintu dan Jendela

Pintu dan jendela merupakan konstruksi yang dapat bergerak, bergeraknya pintu atau jendela dipengaruhi oleh perletakan/penempatan, efisiensi ruang dan fungsinya.

Dalam sebuah bangunan, pintu dan jendela mempunyai banyak fungsi, diantaranya sebagai berikut:

Fungsi pintu:
Sebagai sarana lintas antara bagian dalam dan bagian luar bangunan. Selain itu, dalam kegiatan atau komunikasi antar ruang maka pintu sangat diperlukan.

Fungsi jendela 
Berikut ini beberapa fungsi dari jendela:
  • Sebagai penerangan alami ruangan
  • Sebagai pengatur suhu ruangan sirkulasi udara
  • Untuk melihat pemandangan atau situasi luar bangunan
Dalam perencanaannya, pemasangan pintu dan jendela sebaiknya mempertimbangkan banyak faktor. Setidaknya dalam merencanakan pintu dan jendela, ada 4 (empat) hal yang harus dipertimbangkan, yaitu :

1. Matahari
Sebagai sumber pengurangan dan penambahan panas, pintu dan jendela dalam peletakkannya sebaiknya diletakkan di sisi sebelah timur dan/atau barat.

2. Penerangan
Untuk menghasilkan penerangan alami sebuah ruangan, dengan menempatkan jendela dekat sudut ruangan maka dinding didekatnya disinari cahaya akan memantulkan ke dalam ruangan.

3. Pemandangan
Jendela sebaiknya ditempatkan untuk memberi bingkai pada pemandangan. Ketinggian ambang atas jendela sebaiknya tidak memotong pemandangan orang yang duduk ataupun berdiri di dalam ruangan, juga jangan sampai kerangka jendela membagi dua atau lebih suatu pemandangan.

4. Penampilan
Penampilan pintu dan jendela juga perlu diperhatikan, karena jendela akan dapat mempengaruhi penampilan eksterior rumah atau bangunan.

Persyaratan
Hal-hal yang tidak boleh dilupakan dari pemasangan pintu dan jendela dalam sebuah bangunan adalah mengenai persyaratan yang harus dipenuhi, syarat-syarat tersebut diantaranya meliputi:
  • Pintu dan jendela yang dipasang dapat bekerja dengan aman
  • Tahan terhadap pengaruh cuaca, untuk mendapatkan ketahanan terhadap cuaca maka bahan yang digunakan untuk membuat pintu dan juga jendela harus dipilih dari bahan yang baik, tidak mudah lapuk, tidak mudah mengalami kembang/susut (muai, melengkung)
  • Tidak ada celah/ cahaya yang tidak dikehendaki masuk, cuaca (suhu udara) masuk ke dalam ruangan.
  • Pintu dan jendela harus kuat
  • Dalam sebuah ruangan, minimal harus ada 1(satu) buah jendela
Demikian tadi sekilas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pintu dan jendela. Semoga dalam memilih bahan dan memilih perletakkan pintu dan jendela yang baik dan benar bisa memberi dampak positif terhadap bangunan yang kita tempati. Karena, bagaimanapun juga pintu dan jendela merupakan salah satu factor yang menjadi penunjang utama dalam keindahan rumah dan juga memaksimalkan fungsi rumah atau bangunan yang kita tempati. Semoga bermanfaat.

(Disarikan dari Buku Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Jilid 2, Untuk SMK, A.G Tamrin)

Kelebihan Gypsum / Ciri-Ciri Gypsum Yang Baik

Gypsum (dalam penulisannya kadang tertulis gipsum) merupakan salah satu material bangunan yang biasanya dipergunakan sebagai pengganti material dinding selain tripleks, batu bata, atau batako. Selain itu, gypsum juga biasa dipergunakan untuk plafon, dinding, dan partisi.
Plafon gypsum
Ada banyak alasan kenapa gypsum menjadi pilihan, diantaranya:

Cepat dan Mudah Dalam Pemasangannya
Untuk memasang gypsum bisa dilakukan dengan cepat dan mudah. Papan gypsum juga mudah dilubangi untuk pemasangan kabel atau yang lainnya, juga mudah diberi treatment khusus seperti disekrup. Selain itu, papan gypsum juga mudah diberi finishing dan ditekuk sesuai kebutuhan.

Lebih Ekonomis
Harga gypsum yang cukup terjangkau membuat pemasangan gipsum tergolong ekonomis, selain itu, pemasangannya tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga tukang. Dari segi kemapuan menahan panas, gypsum dapat mengurangi energi listrik yang dibutuhkan AC untuk menyejukkan ruangan.

Lebih Kuat
Kenapa gypsum dikatakan kuat?, karena pada umumnya papan gypsum mampu menahan beban sampai dengan 30 kg/m2. Dalam perkembangannya, papan gypsum dapat menahan benturan-benturan tubuh manusia serta furnitur seperti almari, meja, kursi dan perabot lainya. Untuk lebih kuat lagi menahan beban, pemasangan papan gypsum bisa menggunakan ukuran yang tebal atau dipasang secara berlapis.

Dapat Menghambat Api
Kenapa gypsum dapat menghambat api?, karena kandungan serat fiber dalam batu gypsum sekaligus sifat kertas yang melapisinya mampu menahan rambatan api dalam ruangan. Oleh karenanya papan gypsum dijadikan pilihan yang cukup populer populer untuk melapisi dinding tangga darurat di rumah atau gedung-gedung.

Mampu Menghambat Panas
Gypsum juga dapat menghambat panas. Sifat tahan panas pada gypsum didukung oleh susunan komponennya yang tidak sepadat batu bata plesteran. Hal ini dapat mengurangi kinerja pendingin ruangan bila pemasangan papan gypsum berbatasan langsung dengan bagian luar rumah.

Apa yang saya tulis diatas hanyalah beberapa alasan kenapa gypsum menjadi pilihan sebagai dinding maupun plafon rumah. Untuk memilih papan gypsum yang baik, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Berikut ini ciri-ciri gypsum yang baik:
  • Permukaan gipsum rata dan tidak bergelombang
  • Kerapatan gypsum tinggi (tidak banyak pori-porinya)
  • Kertas terpotong rapi dan jika di paku atau di sekrup kertas tidak robek
  • Berstandar internasional yaitu ASTM (American Society For Testing and Materials)
Demikian tadi sedikit ulasan mengenai gypsum beserta ciri-ciri gipsum yang baik. Memang setiap material memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dalam pemilihan material untuk bangunan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan yang ada. Sekarang ini sudah beredar banyak pilihan gypsum dalam berbagai merek, oleh karenanya kita harus lebih selektif dalam memilih. Semoga bermanfaat.

Contoh RAB Pasang Kaca Tebal 5 mm Dengan Analisa SNI

Sebuah bangunan, tak bisa dilepaskan dari komponen yang terbuat dari kaca, yang umum dijumpai adalah jendela atau ventilasi yang terbuat dari bahan kaca. Nah, bagi Anda yang saat ini sedang mencari referensi cara menghitung anggaran biaya pemasangan kaca, pada postingan kali ini akan saya coba bagikan mengenai cara mengitung rencana anggaran biaya pasang kaca tebal 5 mm dengan menggunakan analisa SNI.
Berikut adalah contoh analisa SNI untuk menghitung kebutuhan biaya 1 M2 Pasang Kaca tebal 5 mm. Sebagai catatan, harga satuan bahan/ upah yang saya gunakan dalam perhitungan berikut hanyalah sebuah contoh, bukan harga baku.

KoefisienSatuanBahan/ UpahHarga SatuanJumlah
1.1000 m2Kaca tebal 5mm100,000.00110,000.00
-
0.0150 OHPekerja40,000.00600.00
0.1500 OHTukang Kayu52,500.007,875.00
0.0150 OHKepala Tukang55,000.00825.00
0.0008 OHMandor50,000.0037.50
Total119,337.50

Dari hasil contoh perhitungan diatas bisa kita peroleh bahwa untuk pemasangan 1 M2 kaca dengan ketebalan 5 mm adalah Rp 119.337,50. Dengan kata lain bahwa untuk memasang 1 M2 kaca 5 mm dibutuhkan biaya Rp 119.337,50. Lalu, bagaimana kalau luas kaca yang akan dipasang lebih dari 1 M2?, mudah saja, tinggal kita kalikan harga satuan dengan luas atau volume riil kebutuhan.

Misal: luas total kaca yang akan dikerjakan adalah 10 M2, maka perhitungannya adalah:
= 10 x Rp 119.337,50
= Rp 1,193,375.00

Nah, untuk mendapatkan harga satuan pekerjaan yang sesuai dengan realisasi, kita hanya perlu merubah harga satuan bahan/ upah dengan harga satuan yang berlakuk di daerah kita. Koefisien adalah angka baku sehingga kita tidak bisa mengutak-atiknya.

Dengan cara perhitungan diatas semoga bisa mempermudah dalam menghitung kebutuhan biaya, dan yang jelas tak perlu bingung lagi dalam menganggarkan biaya karena sudah bisa diperkirakan dari awal. Orang awam yang kurang menguasai perhitungan Rencana Anggaran Biaya dengan melihat contoh perhitungan diatas kiranya bisa memahami dan menghitung sendiri kebutuhan biayanya. Semoga bermanfaat.

RAB Acian Dinding [ Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya Acian ]

Pekerjaan plesteran masih belum rapi sebelum di aci, oleh karenanya untuk pekerjaan finishing plesteran harus di aci sebelum nantinya dilakukan pengecatan. Acian adalah pekerjaan yang hanya menggunakan bahan semen, namun sebelumnya akan lebih baik kalau kita hitung terlebih dahulu kebutuhan bahan dan juga upah. Sayangnya tidak semua orang mampu melakukan perhitungan kebutuhan bahan dan upah, oleh karenanya pada postingan kali ini akan saya sajikan contoh perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) acian dengan menggunakan analisa SNI.
RAB Acian Dinding [Cara Menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) Acian]
Pekerjaan Plesteran
Berikut ini adalah analisa RAB untuk pekerjaan acian beserta dengan contohnya

KoefisienSatuanBahan//UpahHarga SatuanJumlah
3.2500 KgPortland Semen1,500.00 4,875.00
-
0.1500 OHPekerja40,000.00 6,000.00
0.1000 OHTukang batu 52,500.00 5,250.00
0.0100 OHKepala Tukang55,000.00 550.00
0.0080 OHMandor50,000.00 400.00
Total17,075.00

Nah, dengan perhitungan diatas sudah kita peroleh harga satuan pekerjaan acian untuk 1 M2, untuk kebutuhan total tinggal dikalikan saja dengan total volume yang ada. Misalnya volume yang akan di aci 100 M2, maka cara menghitungnya tinggal dikalikan harga satuan untuk 1 m2 dengan volume:
= Rp 17.075,00 x 100
= Rp 1.707.500,00
Jadi, kebutuhan biaya untuk 100 m2 acian adalah Rp 1.707.500,00


Ingat ya, harga satuan bahan dan upah diatas hanyalah sebuah contoh, bukan harga baku, kita harus mengganti dengan harga yang berlaku diwilayah kita untuk menghitung kebutuhan riil biaya yang kita perlukan untuk pekerjaan acian. Untuk mengetahuan biaya riil tinggal kita ganti harga satuan bahan/ upah dengan harga yang berlaku diwilayah kita. Untuk koefisien adalah baku. Semoga bermanfaat.

Cara Menghitung RAB Berapen 1 Pc : 5 Ps Tebal 15 mm Dengan Analisa SNI

Dalam proses membangun, biasanya kita kesulitan dalam menentukan kebutuhan biaya. Bagi mereka yang paham perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya), tentu hal tersebut bukanlah sebuah masalah, tapi bagi yang masih awam, tentu saja perlu bantuan tenaga ahli. Tapi tak menutup kemungkinan kita bisa menghitung sendiri, meskipun kita masih awam dengan perhitungan RAB, karena analisa yang dipergunakan sangat mudah untuk digunakan.

Berapen adalah sejenis plesteran. Pada postingan berikut akan saya tuliskan mengenai analisa cara menghitung anggaran biaya dengan menggunakan analisa yang SNI. 


Berikut ini adalah contoh analisa SNI perhitungan 1M2 Berapen 1 Pc : 5 Ps Tebal 15 mm. Dengan kata lain, kita menggunakan campuran 1 semen dan 5 pasir, dengan ketebalan berapen 15 mm. Berikut analisa perhitungannya:

KoefisienSatuanBahan/UpahHarga SatuanJumlah
5.1840 KgPortland Semen1,500.00 7,776.00
0.0260 m3Pasir Pasang150,000.00 3,900.00
0.1500 OHPekerja40,000.00 6,000.00
0.0700 OHTukang batu 52,500.00 3,675.00
0.0070 OHKepala Tukang55,000.00 385.00
0.0080 OHMandor50,000.00 400.00
Total22,136.00
Pada analisa diatas bisa diketahui harga satuan pekerjaan untuk 1 M2 berapen dengan ketebalan 15 mm adalah Rp 22.136,00,-. Untuk menghitung kebutuhan total, tinggal kita kalikan dengan kebutuhan total pekerjaan berapen. Misalnya saja luas berapen yang akan dikerjakan 50 M2, maka perhitungannya adalah:
= Rp 22.136,00 x 50
= Rp 1,106,800.00

Perlu diingat bahwa harga satuan dalam analisa diatas hanyalah sebuah contoh, untuk menghitung kebutuhan sesuai realisasi harus menggunakan harga satuan bahan dan upah tenaga sesuai dengan yang berlaku diwilayah kita. Jangan sampai salah memahami analisa diatas, untuk koefisien dan bahan sudah baku, hanya harga satuan bahan dan upah yang perlu kita ganti dengan yang riil sesuai harga diwilayah kita. Semoga bermanfaat.