Ingin Membangun Pondasi?, Inilah Jenis-Jenis Pondasi

Pondasi merupakan komponen wajib yang harus ada saat membangun sebuah rumah, karena memang pondasi mempunyai banyak sekali fungsi, dan yang paling pokok fungsi pondasi adalah sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa baca dalam tulisan sebelumnya di tautan berikut: Fungsi Pondasi Dan Jenis Pondasi Bangunan

Dalam membangun sebuah pondasi perlu perencanaan, mempertimbangkan struktur bangunan dan perhitungan teknis lainnya. Jangan asal membangun, karena kesalahan dalam perencanaan pondasi akan berpengaruh besar terhadap keamanan bangunan dan juga faktor resiko lainnya. Sudah banyak contoh dimana bangunan mengalami kerusakan, dinding retak, bangunan ambruk, semua berawal dari pondasi yang tidak kuat. Baca juga: Pentingnya Perencanaan Dalam Membangun, Jangan Asal Mengerjakan
Jenis-Jenis Pondasi
Dalam tulisan sebelumnya sudah disinggung mengenai kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dalam membangun sebuah rumah, diantaranya: kesalahan dalam merencanakan pondasi, penulangan struktur yang asal-asalan, pemasangan kolom yang tidak lurus, pemasangan balok yang tidak bertumpu pada kolom, pemasangan dinding miring atau tidak lurus, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya bisa membaca dalam tulisan di link ini: Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah

Jenis-Jenis Pondasi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat pondasi agar lebih kokoh. Namun sebelumnya perlu diketahui mengenai jenis pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam.

Pondasi dangkal biasanya dipergunakan untuk bangunan sederhana, misalnya untuk rumah tinggal atau bangunan yang menopang beban tidak terlalu berat. Dari sebutannya sudah bisa diambil kesimpulan bahwa kedalaman galian jenis pondasi dangkal hanya beberapa meter saja kedalam tanah. Tipe yang sering dipergunakan dari jenis pondasi ini adalah pondasi menerus yang umumnya dipergunakan pada rumah tinggal, bisa dari bahan beton maupun pasangan batu. Beberapa jenis pondasi dangkal diantaranya Pondasi Batu Kali, Pondasi Telapak, Pondasi Raft (pondasi tikar), Pondasi Rakit, Pondasi Umpak dan Pondasi Plat Beton.

Pondasi dalam biasanya dipergunakan untuk gedung bertingkat atau bangunan yang memang memiliki konstruksi yang cukup berat. Biasanya dipergunakan untuk meneruskan beban bangunan melewati lapisan tanah lemah bagian atas ke lapisan lebih keras dibagian bawah. Contoh pondasi dalam diantaranya Pondasi Sumuran, Pondasi Tiang Pancang (Tiang Pancang kayu, Tiang Pancang Beton Pracetak, Tiang Pancang Baja), Pondasi Piers dan pondasi Caissons (Bor Pile).

Selain dua jenis pondasi tersebut, bisa juga memakai kombinasi pondasi pelat dan tiang pancang. Nah, demikian tadi uraian singkat mengenai pondasi dan juga jenis-jenisnya. Mohon maaf bila apa yang saya sampaikan kurang lengkap, untuk referensi lain bisa Anda cari melalu buku-buku atau tulisan yang banyak tersedia di blog atau website. Semoga bermanfaat.

Anggaran Biaya Membangun Rumah Yang Sering Membengkak

Membangun sebuah rumah terkadang tidak dibarengi dengan perencanaan yang baik, asal ada uang, pembangunan bisa dimulai. Tidak menjadi masalah bagi mereka yang dananya berlebih, karena pastinya semua kebutuhan material dan tenaga bisa tercukupi. Lain halnya dengan mereka yang membangun tanpa perhitungan, modal pas-pasan dan tanpa perencanaan sebelumnya, asal mulai saja. 

Tidak ada yang salah memang, karena membangun memang harus disesuaikan dengan keingin. Tapi, jangan lupa bahwa membangun sebuh rumah terkadang muncul anggaran biaya tak terduga. Bagi yang punya dana, menyewa tenaga ahli untuk menghitung dan menggambar rumah menjadi hal yang lumrah, sudah menjadi tren. Hal ini dimaksudkan agar dalam proses membangun sudah ada persiapan matang, jadi tidak akan mengalami kendala saat proses pelaksanaan pekerjaan.

Contoh kasus anggaran tak terduga


Saya sendiri saat ini sedang memperbaiki rumah, lebih tepatnya mengganti keramik lantai, tentu saja sejak awal sudah saya persiapkan material yang diperlukan. Dari awal sudah saya perkirakan terkait kebutuhan materialnya, keramik saya beli jauh-jauh hari. Material keramik lantai sudah saya sesuaikan dengan kebutuhan, sesuai perhitungan yang saya buat. 
Anggaran Biaya Membangun Rumah

Tapi, nyatanya setelah pelaksanaan hampir 75%, baru kelihatan bahwa keramik mengalami kekurangan, sisa keramik yang ada dengan luas ruangan yang akan di keramik tidak sebanding, keramik mengalami kekurangan jumlah. Padahal sedari awal sudah saya perkirakan, sesuai kebutuhan. 

Dari analisa saya, kekurangan material terjadi karena ada banyak keramik yang terbuang karena merupakan sisa potongan. Banyaknya potongan keramik menjadikan perhitungan menjadi meleset, bukan salah pada perhitungannya. Akhirnya mau tidak mau harus membeli keramik lagi, anggaran beli keramik yang tadinya tidak ada akhirnya harus dicukupi.

Contoh lainnya adalah keinginan untuk memperbaiki kamar mandi, awalnya saya tidak kepikiran kesitu, perbaikan kamar mandi tidak saya rencanakan untuk saat ini. Tapi, karena mumpung ada tukang dan kamar mandi perlu segera diperbaiki juga, akhirnya harus mengeluarkan dana tambahan. Dengan kata lain ada pembengkakan anggaran karena ada pekerjaan tambahan diluar rencana.

Untuk kasus lain juga berlaku demikian, perhitungan HOK meleset, karena terkadang proses pelaksanaan tidak sesuai rencana, ada penambahan hari kerja untuk menyelesaikan pekerjaan, bisa karena faktor teknis mapun non teknis, pengaruh cuaca misalnya. Material yang sudah disiapkan sebelumnya bisa habis dahulu karena penggunaan material atau campuran tidak sesuai dengan rencana. Hal-hal diluar rencana inilah yang sering menjadikan pembengkakan pada jumlah anggaran.


Jadi, sebisa mungkin sebelum memulai sebuah pekerjaan dipersiapkan segala sesuatu. Perlu dana cadangan sebagai antisipasi bila terjadi pembengkakan anggaran. Kalau sampai dana habis tapi pekerjaan belum selesai, tentu saja akan terjadi kendala, bisa-bisa pekerjaan tidak selesai karena tidak ada biaya lagi. Rencanakan sebaik mungkin, jangan asal membangun, anggaran biaya perlu dipikirkan baik-baik. Jangan sampai pekerjaan belum selesai tapi uangnya sudah habis.

Kamar Yang Nyaman Buat Tidur Atau Istirahat

Setiap orang tentu memiliki aktifitas yang berbeda-beda, ada yang bekerja dalam ruangan, atau bekerja diluar ruangan. Tapi, apapun rutinitasnya, tetap saja membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan kembali stamina. Oleh karena itu, tidur yang cukup dengan kualitas tidur yang baik tentu saja menjadi dambaan setiap orang. Namun, sayangnya tidak semua orang bisa memperoleh tidur yang berkualitas, dimana banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut. 

Bila bicara soal kamar tidur, tentu butuh perencanaan dan penataan sedemikian rupa agar kamar menjadi nyaman untuk tempat istirahat. Misalkan saja dalam pemilihan warna, terkadang orang memaksakan kehendak dalam memilih warna cat kamar tidur, biasanya karena selera, padahal belum tentu cocok untuk kamar. Coba cari referensi pemilihan warna yang tepat buat kamar tidur agar bisa menghadirkan kenyamanan, atau bisa membaca tips memilih warna ruang yang pernah saya tulis di blog ini, bisa baca di tautan berikut: Tips Memilih Warna Untuk Ruangan

Selain warna ruang tidur, yang tak kalah penting dalam kenyamanan beristirahat adalah tempat tidur, dimana banyak sekali pilihan tempat tidur di pasaran. Memang, tidak semua orang suka menggunakan tempat tidur, menggunakan kasur dilantai menjadi alternatif kenyamanan, faktor luas ruang juga bisa berpengaruh pada pemilihan jenis tempat tidur. Apapun itu, semua ada plus minusnya, semua bergantung pada selera, namun jangan lupa mencari referensi kira-kira lebih baik tidur di lantai atau menggunakan tempat tidur, karena semua ada konsekuensinya, terutama bagi kesehatan.
Tips Kamar Yang Nyaman Buat Tidur Atau Istirahat
Bagi yang suka menggunakan tempat tidur, ada banyak jenis tempat tidur, luas dan harganya pun tentu saja berbeda-beda, pilih sesuai selera, namun jangan sampai mengesampingkan kenyamanan. Ingat, yang ingin diperoleh adalah tidur yang nyaman dan berkualitas. Cari referensi cara memilih tempat tidur, atau bisa baca-baca dalam tulisan yang pernah di tulis dalam blog ini mengenai cara memilih tempat tidur, bisa baca di tautan ini: Tips Untuk Memilih Tempat Tidur Yang Baik

Tidak hanya bagi orang dewasa, anak-anak pun juga butuh kenyamanan dalam tidur dan aktifitas sehari-hari, utamanya di kamar tidur. Oleh sebab itu, jangan asal dalam merencanakan ruang tidur bagi anak, perlu desain yang sesuai dengan dunia anak-anak. Banyak referensi yang ada di internet, bisa cari lewat mesin pencari google, atau, bisa juga membaca postingan yang dulu pernah di tulis dalam blog ini, bisa baca di sini: Mendesain Kamar Tidur Anak

Bagi yang punya kos-kosan, atau yang ingin membangun kos-kosan, jangan lupakan kenyamanan penghuni kos. Bagaimanapun juga kenyamanan kamar kos sangat penting, bila penghuni kos tidak nyaman, maka besar kemungkinan dia tidak betah dan akan pindah. Kalau sampai penghuni kos tidak betah dan pindah, siapa yang rugi?, pemilik kos tentunya. Sebab itulah, kenyamanan kos-kosan perlu diperhatikan, dalam tulisan ini ada beberapa tips yang mungkin berguna untuk memberi kenyamanan pengguna kamar kos, bisa baca di tulisan ini: Agar Suasana Kamar Kos Menjadi Nyaman

Demikian tadi beberapa serba-serbi mengenai kamar, baik kamar pribadi, anak-anak, mapun kamar kos. Intinya bahwa kenyamanan dalam menempati kamar bisa memberikan kualitas dalam tidur dan istirahat akan terasa lebih segar dan menyenangkan. Semoga bermanfaat.

Atap Rumah Sering Bocor?, Waspadai Penyebab Dan Sumber Masalahnya

Memiliki rumah yang nyaman tentu saja menjadi harapan banyak orang, karena dengan kondisi rumah yang nyaman akan membuat tenang dan tentu saja membuat betah. Namun, tidak selalu kenyamanan yang diinginkan tersebut bisa didapatkan, meski dari awal sudah dirancang sedemikian rupa agar bisa memberikan kenyamanan, akan tetapi dalam perjalanannya bisa saja muncul permasalahan yang mengganggu. 

Sudah pernah saya tulisakan sebelumnya mengenai beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam membangun sebuah rumah. Ada banyak faktor penting yang terkadang diabaikan, padahal hal-hal tersebut adalah sesuatu yang mendasar dan besar pengaruhnya terhadap bangunan. Bisa baca tulisannya di tautan berikut: Kesalahan Mendasar Dalam Membangun Sebuah Rumah.

Hal yang sering terjadi adalah atap yang bocor saat musim penghujan, kalau dibiarkan berlama-lama, bisa-bisa akan menimbulkan masalah baru, misalkan saja kerusakan pada plafon atau usuk yang keropos. Sebelumnya juga pernah saya bahasa mengenai beberapa faktor yang menyebabkan atap rumah bocor, bisa baca dalam tulisan di link berikut: Faktor Penyebab Kebocoran Pada Atap Rumah
Atap Rumah Sering Bocor?, Waspadai Penyebab Dan Sumber Masalahnya
Kali ini saya hanya ingin sedikit mengulang, karena memang kebocoran pada atap rumah adalah permasalahan yang terkesan sepele namun berdampak besar. Beberapa hal yang menyebabkan atap bocor diantaranya:
  1. Genteng yang retak atau pecah
  2. Posisi genteng yang tidak rapat
  3. Ukuran genteng tidak sama, hal ini mungkin terjadi bila merek atau produsennya tidak sama
  4. Belum dipasang kerpus/ nok, atau bila sudah terpasang, bisa jadi adukan dibawahnya pecah atau retak.
  5. Ada sampah/ kotoran yang menyumbat sehingga air meluap dan merembes melalui sela genteng
  6. Ukuran/ diameter pipa paralon pembuangan terlalu kecil sehingga air tidak dapat mengalir dengan lancar
  7. Seng keropos/ berkarat sehingga sudah rapuh dan bocor
  8. Bekas paku pada seng, bila paku lepas maka harus segera ditambal, bila tidak maka lubang bekas paku bisa menyebabkan kebocoran
  9. Seng tidak rapat pemasangannya, dalam pemasangannya seng harus rapat dan menumpang satu sama lain sehingga bisa mencegah timbulnya kebocoran
  10. Cor atau dak beton retak/ pecah
  11. Asbes retak atau pecah
  12. Beban atap terlalu berat sehingga konstruksi melengkung karena tidak mampu menahan beban
  13. Kemiringan atap yang kurang, sudut ideal pemasangan atap adalah 30-40 derajat.
Perawatan masing-masing jenis atap tentu saja berbeda-beda, genteng, cor, asbes, seng, dan jenis atap lain memiliki plus minus masing-masing, harus jeli dalam memilih dan menyesuaikan dengan lingkungan atau alam sekitar.


Selain tiga belas penyebab atap bocor tersebut, mungkin saja bisa terjadi hal-hal non teknis lain yang menyebabkan kebocoran pada atap. Tentu saja kondisi atap harus selalu dikontrol agar permasalahan terkait kebocoran atap tidak timbul. Bila sudah terlanjur terjadi kebocoran, sesegera mungkin harus segera di perbaiki agar tidak menimbulkan masalah baru. Demikian 13 faktor penyebab atap rumah sering bocor, semoga bermanfaat.

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Lantai Vinyl (Material Lantai)

Memiliki rumah yang bersih dan rapi tentu menjadi harapan banyak orang, karena rumah yang demikian bisa memberi kenyamanan dalam menempatinya. Ada banyak faktor yang bisa membuat rumah terlihat bersih dan rapi, salah satunya adalah dengan penggunaan jenis lantai yang sesuai dengan kondisi rumah.

Tidak sedikit orang yang merasa kebingungan saat harus menentukan jenis lantai sebagai penunjang kenyamanan, hal ini wajar karena memang banyak pilihan lantai yang ada di pasaran. Memilih bahan untuk lantai memang beraneka macam jenisnya, dari yang sederhana sampai dengan yang harganya mahal, semua tersedia bergantug dana yang tersedia. Dari bermacam jenis bahan untuk lantai tersebut, salah satu yang banyak digunakan adalah bahan dari vinyl.
Kekurangan dan Kelebihan Lantai Vinyl
Berbeda dari jenis pelapis lantai yang lain, bahan dari vinyl mempunyai pilihan jenis ubin (papan) atau lembaran. Secara harga, vinyl adalah jenis pelapis lantai dengan harga yang relatif murah. Sama seperti pelapis lantai lainnya, vinyl juga memiliki kekurangan serta kelebihan, beberapa diantaranya adalah:

Berikut ini beberapa kelebihan penggunaan penutup lantai vinyl

  • Perawatan yang lebih mudah, cukup dengan menyapu dan mengepel untuk menjaga agar lantai selalu bersih
  • Tersedia banyak pilihan, sehingga bisa leluasa dalam menentukan pilihan warna, gaya maupun corak lantai
  • Rancangan lantai vinyl dibuat menyerupai jenis material lain, semisal bebatuan maupun kayu
  • Vinyl mempunyai permukaan yang lebih halus bila dibandingkan dengan lantai dari bahan kayu
  • Lebih nyaman saat di pijak, karena pada bagian bawahnya dilapisi dengan kain atau busa
  • Lebih fleksibel dalam pemasangannya, karena vinyl merupakan jenis lantai yang lembut
  • Umur vinyl relatif tahan lama, karena ada yang mengklaim bahwa lantai vinyl mampu bertahan 10 hingga 15 tahun
  • Cukup kuat, karena mampu menahan serta menahan air

Berikut ini beberapa kekurangan menggunakan penutup lantai vinyl

  • Bisa membahayakan, karena vinyl terbuat dari polyvinyl chloride (PVC). Bagi mereka yang sensitive terhadap jenis bahan ini tentu sangat berbahaya, karena bahan vinyl adalah PVC yang dapat melepaskan volatile organic compounds (VOC)
  • Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari pemasangan lantai vinyl, perhatikan lapisan pertamanya, pastikan lapisan pertama seperti ubin keramik, lantai vinyl, mapun bahan lain, karena perekat vinyl bisa bekerja tidak maksimal dan mudah lepas bila lapisan pertama tidak bersih
  • Mudah rusak bila terkena benda tajam, terkena gesekan furniture/benda berat pun beresiko merusak lantai vinyl
  • Sulit diperbaiki, harus mengganti baru bila sudah rusak

Demikian tadi beberapa kelebihan serta kekurangan penutup lantai vinyl, selain yang saya sebutkan diatas mungkin masih ada kekurangan dan kelebihan lainnya, setiap pilihan jenis lantai memang ada plus minusnya, semua bergantung dari keuangan dan juga selera. Apa yang tertulis diatas semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan jenis lantai sehingga rumah bisa lebih nyaman untuk ditempati. Semoga bermanfaat.